Tips Mendaki Gunung bagi Wanita Milenial ala Adinda Thomas

JAKARTA, – Generasi milenial yang juka masuk ke ranah pendakian gunung punya karakter tersendiri. Cara mereka menikmati pendakian pun berbeda.

Aktris muda dengan hobi naik gunung, Adinda Thomas (25) saat ditemui dalam talkshow Avtech, salah satu apparel outdoor Indonesia, mengatakan generasinya punya cara sendiri yang membedakan dengan ” pendaki zaman old“. Terutama soal teknologi.

Baca juga: Cerita Pendaki Usil Petik Edelweis yang Terus Berulang…

Setahun terakhir Adinda rutin mendaki gunung-gunung di Indonesia untuk refreshing. Antara lain Gunung Semeru, Gunung Rinjani, Gunung Kerinci, Gunung Gede Pangrango, Gunung Merbabu, Gunung Papadayan, dan lainnya.

Berikut KompasTravel rangkum tips pendakian bagi wanita milenial dari Adinda Thomas.

 

Talkshow pendaki zaman now dengan pendaki zaman old di store avtech, Jakarta Timur, Jumat (6/7/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Talkshow pendaki zaman now dengan pendaki zaman old di store avtech, Jakarta Timur, Jumat (6/7/2018).

1. Kemauannya dari diri sendiri

Menurut Adinda, kemauan wanita untuk mendaki yang datang dari diri sendiri sangat menunjang persiapannya. Namun masih banyak wanita yang terpaksa untuk mendaki, seperti ikut-ikutan teman tanpa ada niatan, atau terpaksa karena gengsi.

“Kalau cewe yang seumuran Dinda naik gunung karena kemauan hatinya sendiri, mereka akan dengan senang hati mencari tau ke mana mereka akan melangkah. Ke mana mereka akan pergi, gunung ini tuh gimana sih, gunung ini tuh apa, dan bagaimana,” katanya kepada KompasTravel usai talkshow di gerai Avtech, Jakarta Timur, Jumat (6/7/2018).

Menurut Adinda, proses edukasi akan mereka lakukan sendiri dengan lebih maksimal. Sedangkan jika niatnya terpaksa, tahap edukasi awal pun ala kadarnya. Belum lagi persiapan fisik dan peralatan.

“Kalau termakan tren, sebisa mungkin tetap mempersiapkan fisik, olahraga, prepare alat gunung, naik jangan sembrono,” ungkap Adinda.

 

Adinda Thomas, aktris yangenyukai aktifitas outdoor termasuk pendakian gunung di store avtech, Jakarta Timur, Jumat (6/7/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Adinda Thomas, aktris yangenyukai aktifitas outdoor termasuk pendakian gunung di store avtech, Jakarta Timur, Jumat (6/7/2018).

2. Jangan samakan mendaki gunung dengan kegiatan berat lainnya

Buat wanita yang pernah melakukan aktivitas fisik berat seperti fitness, menurutnya hal itu sangatlah berbeda dengan naik gunung. Menurutnya masih ada wanita yang biasa berolah raga, menganggap enteng persiapan sebelum pendakian.

“Contohnya yang biasanya pake sepatu running, padahal itu beda banget medannya kalau di gunung. Nanti ujung-ujungnya repot sendiri pasir masuk, lecet juga, banyak batu di sepatu gitu. Padahal kita kan jalan terus, gak bisa buka tutup sepatu nanti capek sendiri,” ujarnya.

Menurut Adinda banyak gunung di Indonesia yang medannya cukup menantang bagi wanita seusianya. Medan menanjak terus dan berbatu harus ditaklukan dengan latihan fisik yang cukup sebelum mendaki.

 

Peralatan outdoor lokal di store avtech, Jakarta Timur, Jumat (6/7/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Peralatan outdoor lokal di store avtech, Jakarta Timur, Jumat (6/7/2018).

3. Persiapan alat yang proper untuk mendaki

Peralatan outdoor kini sudah banyak yang mempuni untuk hal kenyamanan. Inilah salah satu keuntungan generasi milenial kini. Baik apparel lokal maupun luar negeri sudah banyak tersedia dan sangat beragam.

“Peralatan juga sangat menentukan, celana baju juga yang nyaman disiapkan, supaya panas tubuh gak cepat keluar. Jadi pas angin menyerang kita gak kedinginan dan akhirnya kena hipotermia,” tuturya.

4. Jangan makan mentah-mentah media sosial

Menurut Adinda di balik foto-fotonya di media sosial saat mendaki gunung yang tetap stylist, ada perlengkapan alat yang mempuni. Maka buat wanita yang awam terhadap peralatan gunung, jangan malas untuk mencari tahu, atau mencobanya terlebih dulu.

“Perempuan di luar sana kalau kalian lihat Dinda kok style-nya tetep enak aja di gunung, karena aku pakai baju yang tetap bisa menghangatkan badan aku, tetap latihan fisik juga, dan jangan malas untuk research tentang gunug mana yang mau kalian tuju, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di gunung itu,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *